BANDA ACEH, mediakampus.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Banda Aceh periode 2025–2030 resmi dilantik di Aula Balai Kota Banda Aceh, Jumat (24/7/2026) malam. Pelantikan dipimpin Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh, Waled H. Nuruzzahri Yahya atau yang lebih dikenal dengan Waled Nu.
Kegiatan yang berlangsung pukul 21.30 hingga 22.00 WIB itu ikut dihadiri unsur pemerintah, ulama, akademisi, dan tokoh masyarakat, di antara undangan yang hadir yaitu Wali Kota Banda Aceh Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal, Kepala BPKS Sabang Dr. Iskandar Zulkarnaen, Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Dr. H. Mujiburrahman, M.Ag. serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh Drs. H. Azhari, M.Si.
Prosesi kegiatan diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan lantunan Shalawat Badar, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Aceh, dan Hymne Syubbanul Wathan. Setelah laporan panitia dan pembacaan Surat Keputusan kepengurusan, pelantikan pun dilaksanakan secara resmi.
Dalam kepengurusan baru, Tgk. Sulaiman Qari, S.Sos.I., M.AP. dipercaya sebagai Rais Syuriah didampingi Tgk. Ismi Amran, S.Pd., M.Si. sebagai Katib Syuriah. Posisi Ketua Tanfidziyah dijabat Abati Onliansyah, B.A., M.A., dengan Tgk. Jufri, S.Pd.I. sebagai Sekretaris dan Tgk. Ahmad Ikbar, S.H. sebagai Bendahara.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Banda Aceh, Abati Onliansyah, mengatakan kepengurusan periode ini akan fokus pada penguatan organisasi melalui konsolidasi internal yang berkesinambungan.
“Kami berkomitmen memperkokoh pengamalan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah sekaligus memperluas kontribusi NU dalam sektor pendidikan, pelayanan sosial, dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal berharap kemitraan antara Pemerintah Kota Banda Aceh dan Nahdlatul Ulama semakin erat. Menurutnya, kolaborasi yang kuat menjadi modal penting membangun masyarakat yang religius, berakhlak mulia, dan sejahtera.
IIliza menyampaikan bahwa Pemkot Banda Aceh tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah membutuhkan dukungan ulama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, media, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Banda Aceh tetap menjadi kota yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Sementara itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang diwakili Dr. H. Faisal Ali Hasyim, S.E., M.Si., CA., CSEP., mengajak seluruh pengurus menjadikan NU sebagai organisasi yang responsif terhadap perubahan zaman. Ia mengingatkan agar setiap langkah organisasi tetap berpijak pada prinsip keislaman, menjaga nilai kebangsaan, serta mempertahankan jati diri NU sebagai organisasi moderat yang berorientasi pada kemaslahatan umat.
Sementara itu, Ketua PWNU Aceh, Abu H. Faisal Ali, S.Sos.I., M.Pd. turut mengajak pengurus yang baru dilantik untuk menjaga persatuan organisasi, memperluas manfaat bagi masyarakat, serta mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah dan semangat kebangsaan yang menjadi fondasi NU.
Rangkaian pelantikan ditutup dengan khutbah iftitah, doa bersama, dan sesi foto bersama seluruh pengurus dan tamu undangan sebagai penanda dimulainya masa khidmat PCNU Kota Banda Aceh periode 2025–2030.
(Redaktur Media Kampus)

