Dirjen Riset Kemdiktisaintek: Komersialisasi Riset sebagai Sumber Uang Kuliah

REDAKTUR PELAKSANA
2 Min Read

BANDA ACEH, mediakampus.id — Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., menegaskan pentingnya perguruan tinggi di Indonesia mengubah model bisnisnya, dari yang selama ini bertumpu pada Uang Kuliah Tunggal (UKT) menjadi model yang mengandalkan hasil komersialisasi riset.

Hal itu disampaikan Fauzan saat membuka Rapat Kerja (Raker) Badan Penyelenggara dan Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Aceh yang digelar Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIII Aceh, Kamis (23/7/2026) di The Padee Hotel, Banda Aceh.

Menurut Fauzan, praktik pendanaan berbasis hasil riset sudah lazim diterapkan di kampus-kampus ternama dunia, salah satunya University of Oxford, Inggris. Ia menyebut sumber dana Oxford dari UKT mahasiswa hanya berkontribusi sekitar 37 persen dari total pendapatan universitas. Sisanya berasal dari aktivitas bisnis yang dijalankan kampus, terutama melalui skema pendirian perusahaan spin-out berbasis hasil riset.

Dirjen Pembukaan Raker

Sebagai perbandingan, Fauzan memaparkan bahwa dana riset yang disediakan Oxford setiap tahun mencapai sekitar Rp 16 triliun. Angka ini jauh melampaui total dana riset yang dialokasikan untuk seluruh perguruan tinggi di Indonesia, yang menurutnya hanya sekitar Rp 3,2 triliun per tahun.

Fauzan dikenal sebagai diaspora technopreneur Indonesia yang pernah menjadi peneliti di Oxford University dan turut mendirikan Alloyed Ltd, perusahaan teknologi manufaktur aditif yang merupakan spin-out dari riset universitas tersebut sejak 2017 — pengalaman yang kerap ia jadikan rujukan dalam mendorong hilirisasi riset di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Fauzan mengajak jajaran pimpinan PTS se-Aceh untuk mulai membangun ekosistem riset yang berorientasi pada hilirisasi dan nilai ekonomi, bukan sekadar publikasi ilmiah, agar ketergantungan kampus pada UKT mahasiswa dapat berkurang secara bertahap.

(Redaktur Media Kampus)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *